Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah. Obyek penelitian ini adalah Bank Rakyat Indonesia cabang ... Permasalahan penelitian merujuk pada fenomena bisnis Bank Rakyat Indonesia Cabang ... Oleh karenanya permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut: bagaimana mempengaruhi loyalitas nasabah sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian dirumuskan untuk mencari jawaban atas alur yang mempengaruhi loyalitas nasabah. Permodelan yang dirumuskan pada penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang kritis dalam konsep dan pengukuran loyalitas nasabah. Peneliti memasukan unsur kualitas pelayanan, penanganan komplain dan pengembangan citra dan kepuasan nasabah sebagai anteseden dan memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap loyalitas nasabah. Selain sebuah permodelan teoritis, penelitian ini telah merumuskan empat hipotesis. Metode purposif telah dipilih untuk memperoleh data yang dibutuhkan pada studi ini. Penelitian ini mempergunakan 119 responden dan keseluruhan responden adalah nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang ... Analisis data mempergunakan Structural Equation Model dengan program komputer Amos 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan diantaranya bahwa kualitas pelayanan berdampak positip terhadap kepuasan nasabah. Penanganan komplain berdampak secara positip terhadap kepuasan nasabah. Pengembangan citra terhadap loyalitas nasabah adalah berdampak positip. Pengaruh kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah adalah berakibat positip. Kesimpulan akhir penelitian loyalitas nasabah dapat direkomendasikan sebagai masukan bagi pihak manajemen. Peneliti percaya bahwa pendekatan yang berkaitan dengan dimensi penanganan komplain dapat membantu manajer meningkatkan loyalitas nasabah.
24 Sep 2010
PENGARUH NILAI PERSEPSI PELANGGAN DAN PEMASARAN PENGALAMAN TERHADAP MOMEN KEBENARAN UNTUK MENINGKATKAN KESETIAAN PELANGGAN
Penelitian ini menganalisis pengaruh Nilai persepsi pelanggan, pemasaran pengalaman yang mempengaruhi moment kebenaran untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan. Obyek penelitian ini adalah pengguna telepon genggam Nokia Semarang Tengah. Permasalahan penelitian merujuk pada fenomena data jumlah pengguna telepon genggam Nokia, yang ditunjukkan oleh penurunan jumlah pengguna telepon genggam Nokia tahun 2005-2008. Permasalahan yang muncul adalah : bagaimana meningkatkan loyalitas pelanggan telepon genggam Nokia di Semarang Tengah. Sebuah permodelan telah dibangun dan tiga hipotesis penelitian telah dirumuskan. Metode sampel menggunakan Random Sampling. Penelitian ini mempergunakan 120 responden dan keseluruhan responden adalah pengguna telepon genggam Nokia di Semarang Tengah. Analisis data mempergunakan Structural Equation Model dengan program komputer Amos 16.0. Dari hasil analisis data terlihat bahwa ketiga hipotesis diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan diantaranya bahwa nilai persepsi pelanggan berpengaruh positif terhadap moment kebenaran. Pemasaran pengalaman berpengaruh positif terhadap momen kebenaran. Moment kebenaran berpengaruh positif terhadap kesetiaan pelanggan
ANALISIS PENGARUH KUALITAS HUBUNGAN BISNIS DENGAN OUTLET DAN STRATEGI PELAYANAN OUTLET TERHADAP KINERJA PENJUALAN DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS OUTLET
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh kualitas hubungan dan strategi pelayanan outlet terhadap kinerja penjualan dalam meningkatkan loyalitas outlet. Sampel penelitian ini adalah outlet PT..., sejumlah 100 responden. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas hubungan dan strategi pelayanan outlet berpengaruh terhadap kinerja penjualan dan meningkatkan loyalitas outlet. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa pengaruh kualitas hubungan terhadap kinerja penjualan adalah signifikan dengan nilai regressi sebesar 0,35; pengaruh strategi pelayanan outlet terhadap kinerja penjualan adalah signifikan dengan nilai regressi sebesar 0,25; pengaruh kinerja penjualan terhadap loyalitas outlet adalah signifikan dengan nilai regressi sebesar 0,35, pengaruh kualitas hubungan terhadap loyalitas outlet adalah signifikan dengan nilai regressi sebesar 0,35; pengaruh strategi pelayanan outlet terhadap loyalitas outlet adalah signifikan dengan nilai regressi sebesar 0,22;
STUDI MENGENAI BRAND LOYALTY DALAM MENINGKATKAN BRAND EQUITY KARTU PRABAYAR GSM PT. INDOSAT
Industri telepon seluler mengalami perkembangan yang pesat dalam dua dekade terakhir ini, baik di negara maju ataupun sedang berkembang. Di Indonesia pun telepon seluler telah mengubah peta industri telekomunikasi secara radikal. Berbagai merek muncul dan bersaing secara ketat. Hal ini menimbulkan pertanyaan “Bagaimana Brand Image, Service Quality, Perceived Value menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk membentuk Brand Loyalty dan pada akhirnya menuju pada peningkatan Brand Equity?”, seperti dalam berbagai teori dan jurnal yang ada dan apakah hal tersebut juga terdapat dalam industri telekomunikasi PT. Indosat merupakan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini. Model penelitian tersebut menunjukkan adanya 4 (empat) hipotesis. Hipotesis-hipotesis antara lain adalah brand image mempunyai pengaruh positif terhadap brand loyalty (hipotesis 1), service quality mempunyai pengaruh positif terhadap brand loyalty (hipotesis 2), perceived value berpengaruh positif terhadap brand loyalty (hipotesis 3), dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap brand equity (hipotesis 4). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara metode purposive sampling. Cara ini diambil dengan teknik pengambilan sampel dengan berdasarkan pertimbangan tertentu, dimana sampel dipilih dengan syaratsyarat yang dipandang memiliki ciri-ciri esensial yang relevan dengan penelitian. Jumlah responden yang ditentukan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 130 pelanggan kartu GSM PT. Indosat. Teknik analisis yang dipakai untuk menginterpretasikan dan menganalisis data dalam penelitian ini adalah dengan teknik Structural Equation Model (SEM) dari software AMOS 4 dan AMOS 16. Proses analisis yang dilakukan terhadap data penelitian yang diperoleh dari 130 responden. Hasil analisis data tersebut akan menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel yang sedang dikembangkan dalam model penelitian ini. Model yang diajukan dapat diterima setelah asumsi-asumsi telah terpenuhi yaitu normalitas dan Standardized Residual Covariance < 1,96. Sementara nilai Determinant of Covariance Matrixnya 102,358. Model pengukuran eksogen dan endogen telah diuji dengan menggunakan analisis konfirmatori. Selanjutnya model pengukuran tersebut dianalisis dengan Structural Equation Model (SEM) untuk model pengujian hubungan kausalitas antar variabel-variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh brand image, service quality, perceived value, brand loyalty dan brand equity memenuhi kriteria Goodness of Fit yaitu chi square =197,437; probability = 0,206; GFI = 0,874; AGFI = 0,840; CFI = 0,995; TLI = 0,994; RMSEA = 0,026; CMIN/DF = 1,085. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model tersebut dapat diterima.
ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA, VOLUME PERDAGANGAN DAN KURS TERHADAP RETURN SAHAM SEKTOR PROPERTI YANG LISTED DI BEI
Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan investasi yang dapat menghasilkan tingkat keuntungan optimal bagi para investor. Setiap investor sangat membutuhkan informasi yang relevan dengan perkembangan transaksi di bursa. Hal ini sangat penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun strategi dan pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Dalam mengambil keputusan untuk malakukan suatu investasi perlu diperhatikan dua hal yaitu return dan resiko investasi. Pada sekuritas-sekuritas yang memiliki return yang sama, para investor berusaha untuk mencari resiko terendah. Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, volume perdagangan dan kurs terhadap return saham sektor properti yang listed di BEI periode tahun 2003- 2007. Data diperoleh dari JSX Statistic, ICMD (Indonesian Capial Market Directory) dan Bank Indonesia (BI) dengan periode waktu bulanan periode Januari 2003 sampai Desember 2007. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang termasuk dalam sektor properti yaitu sebanyak 45 perusahaan dan jumlah sampel sebanyak 20 perusahaan dengan melewati tahap purposive sample. Teknik analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara vaiabel satu dengan yang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan volume perdagangan menunjukkan hasil positif namun tidak signifikan terhadap return saham dan kurs menunjukkan pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap return saham.
MEMBANGUN KEPUASAN SUPPLIER DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Perusahaan ... )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen, kepercayaan dan komunikasi terhadap kepuasan supplier dan kepuasan supplier terhadap kualitas produksi perusahaan. Obyek penelitian ini adalah ... dengan merujuk pada fenomena bisnis yang ditunjukkan pada tingkat afkir yang semakin meningkat dan kecenderungan jumlah supplier yang bergabung semakin menurun sehingga mengakibatkan tingkat pemenuhan barang pada ... pun mengalami penurunan. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana membangun kepuasan supplier agar kualitas produksi perusahaan meningkat sesuai dengan harapan. Sebuah permodelan telah dibangun dan empat hipotesis penelitian telah dirumuskan untuk tujuan penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan metode Sensus yang melibatkan seluruh supplier yang pernah bergabung dengan UD. Indo Aria sebagai responden sejumlah 101 supplier. Analisis data mempergunakan Structural Equation Model dan Impotance and Performance Analysis (IPA) dengan alat bantu program komputer SPSS dan Amos 4.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen, kepercayaan dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kepuasan supplier. Sebagai hasilnya, Kepuasan supplier berpengaruh positif terhadap kualitas produksi perusahaan. Kepuasan supplier dibentuk oleh komitmen, kepercayaan dan komunikasi.
ANALISIS PENGARUH NILAI PELANGGAN DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DALAM MENINGKATKAN RETENSI PELANGGAN (Studi Kasus pada ...)
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh nilai pelanggan dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan dalam meningkatkan retensi pelanggan. Sampel penelitian ini adalah pembeli ... Pekalongan, sejumlah 140 responden. Analisis Regressi yang dijalankan dengan perangkat lunak Statistical Process Social Science (SPSS), digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pelanggan dan citra merek berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dalam meningkatkan retensi pelanggan. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa nilai pelanggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai regressi sebesar 0,192; citra merek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai regressi sebesar 0,360; kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap retensi pelanggan dengan nilai regressi sebesar 0,463;
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMBERIAN KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP NON PERFOMING LOAN ( Studi Kasus pada Bank Perkreditan Rakyat )
Nilai Non Perfoming Loan (NPL) BPR di Jawa Tengah berada di atas Nilai NPL BPR di Indonesia, dimana nilai NPL sepanjang tahun 2007 di atas 10% dan merupakan propinsi dengan jumlah Kredit Tidak Lancar BPR terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya NPL Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah terutama dari Stretegi Pemberian Kredit. Untuk melakukan analisis terhadap tujuan yang telah ditetapkan, data dikumpulkan dari 100 responden BPR di Propinsi Jawa Tengah dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif melalui nilai indeks dan analisis inferensial dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM). Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan teknik SEM menunjukkan bahwa kondisi internal BPR berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, kondisi debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, kondisi lingkungan BPR berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pemberian kredit, dan strategi pemberian kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, maka terdapat beberapa implikasi manajerial yang dapat dilakukan berkaitan dengan penetapan strategi pemberian kredit untuk menekan/menurunkan NPL, yaitu mempertimbangkan faktor alam dalam strategi pemberian kredit di sektor pertanian, menganalisis kondisi ekonomi dan persaingan usaha saat ini dan melakukan forecasting / peramalan terhadap kondisi yang akan datang, melakukan pelatihan kepada AO untuk mempertajam analisis kredit, menjamin bahwa proses pengajuan dan pencairan kredit yang cepat dan mudah menyediakan berbagai alternatif pilihan bagi debitur untuk membayar kreditnya, menyediakan prosedur baku pemberian kredit, melakukan survey tempat usaha terhadap pengajuan kredit usaha, melihat dan menganalisis laporan keuangan dari usaha yang dijalankan oleh debitur, dan mencari informasi mengenai ada tidaknya ikatan antara debitur dengan lembaga keuangan yang lain, mengecek status usaha dan tempat tinggal debitur. The Non Performing Loan (NPL) of Consumer Loan Banks in Central Java is higher than the NPL of other Consumer Loan Banks in Indonesia, where the NPL reaches 10 % in 2007 and it puts at the top of the rank of banks with the highest NPL among other banks in Indonesian Provinces. Hence, it is necessary to analyze the factors affecting the NPL of those Consumer Loan Banks in Central Java, especially from the Loan Facility Strategy point of view. For the purpose of the analysis, data was collected from 100 respondents of Consumer Loan Banks in Central Java Province with questionnaires. Then the data was being analyzed using descriptive analysis through the index value and using the inferential analysis with Structural Equation Modeling (SEM) Method. The test of the hypotheses with SEM Method shows that the internal condition of the Consumer Loan Bank has a positive and significant effect on the Loan Facility Strategy, the borrower condition has a positive and significant effect on the Loan Facility Strategy, the environment condition has a positive and significant effect on the Loan Facility Strategy, and that the Loan Facility Strategy has a negative and significant effect on the NPL. Based on the result, some managerial implication can be suggested in relation to Loan Facility Strategy for decreasing the NPL, i.e.: they should consider the natural factors for the Loan Facility Strategy in agricultural sector; they should conduct some analysis on the current economy condition and the business competition situation and make the forecasting for the future condition; they should train the credit analysts to improve their credit analysis; they should assure the fast and easy loan appraisal process and credit granting process; they should provide some payment alternatives for the borrowers; they should have the standard for the Loan Facilities; they should survey the business place for the business loan appraisal; they should look over and analyze the financial statement of the borrower’s business and they should have the information about weather or not the borrower has obligations to or loan contracts with other financial institution; they should check the business status and the resident of the borrower.
Langganan:
Postingan (Atom)