Sejak beberapa dekade terakhir kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat, peningkatan ini dicetuskan oleh adanya kekhawatiran besar kemungkinan terjadinya bencana lingkungan hidup yang mengancam, bukan hanya kesehatan, namun bahkan sampai pada kelangsungan hidup manusia dan keturunannya. Adanya kesadaran konsumen akan hak-haknya untuk mendapatkan produk yang layak, aman dan produk yang ramah lingkungan yang semakin kuat, maka perusahaan menerapkan isu-isu lingkungan sebagai salah satu strategi pemasarannya atau yang telah kita kenal sebagai green marketing. Hal ini juga sesuai dengan meningkatnya perhatian pada isu lingkungan oleh pembuat peraturan publik dapat dilihat sebagai indikasi lain bahwa kepedulian lingkungan merupakan area yang potensial sebagai strategi bisnis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya research gap mengenai strategi green marketing yang merupakan strategi potensial sebagai strategi bisnis dan telah digunakan sebagai poros strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi green marketing terhadap pilihan pelanggan perusahaan kosmetik Body Shop Jakarta. Metode pengumpulan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei yaitu dengan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah pelanggan perusahaan kosmetik The Body Shop di Jakarta, dengan jumlah sampel 120 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yang memakai semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Pengujian terhadap hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan secara multivariate dengan menggunakan regresi logistik. Regresi logistik digunakan karena variabel bebasnya kombinasi antara metrik dan nominal (non metrik). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel harga, produk, tempat dan jenis kelamin berpengaruh terhadap pilihan pelanggan. Sedangkan variabel promosi, umur pendidikan dan pendapatan tidak berpengaruh terhadap pilihan pelanggan. Implikasi utamanya adalah The Body Shop harus memperhatikan aspek kualitas untuk mengimbangi harga yang tinggi dan wanita sebagai pasar utamanya.
5 Okt 2010
ANALISIS PENGARUH CAR, NIM, BOPO, LDR, NPL TERHADAP PERUBAHAN LABA (Studi Kasus Pada Bank Non Devisa di Indonesia Periode 2003-2007)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM), BOPO, dan Loan Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL) terhadap perubahan laba pada bank Non Devisa periode 2003-2007 Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Bank Non Devisa yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Setelah melewati tahap purposive sample, maka sampel yang layak digunakan sebayak 22 bank. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda . Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM), Loan Deposit Ratio (LDR), BOPO, Non Performing Loan (NPL) secara bersama-sama berpengaruh signifkan terhadap variabel perubahan laba. Sedangkan secara parsial dengan uji t, menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Loan Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan dan variabel BOPO, Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan variabel NIM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap perubahan laba pada bank Non Devisa. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai adjusted R2 21,2%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam memprediksi perubahan bank.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS IKLAN DALAM MENUMBUHKAN BRAND AWARENESS Studi Pada Program Periklanan Produk Telkom Flexi Pada ...
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi yang bergerak pada bisnis seluler, Telkom juga menghadapi kompetitor-kompetitor lain yang bergerak di bidang yang sama. Dengan banyaknya kompetitor yang harus dihadapi oleh Telkom, Telkom harus bergerak agresif untuk meningkatkan awareness konsumen dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini difokuskan pada masalah : ”Bagaimana program periklanan dapat bekerja secara efektif sebagai sarana penyampaian pesan dalam menumbuhkan brand awareness dari produsen pada konsumen? Untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan maka perlu diperoleh data yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian. Data mengenai endorser, pesan iklan, media iklan, efektifitas iklan, dan brand awareness dikumpulkan dari 150 responden dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis dengan menggunakan SEM menunjukkan bahwa endorser, pesan iklan, dan media iklan terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap efektifitas iklan dan efektifitas iklan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Berdasarkan hasil analisis, maka untuk dapat menghasilkan sebuah iklan yang memiliki efektifitas yang tinggi dalam meningkatkan brand awareness dapat dilakukan dengan pendekatan tiga buah variabel, yaitu dengan memperhatikan endorser yang digunakan dalam iklan, memperhatikan pesan yang akan disampaikan dalam iklan apakah bersifat informatif atau mengajak konsumen serta dengan memperhatikan media yang digunakan untuk beriklan.
ANALISIS PENGARUH CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR, DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP ROA (Studi Pada Bank Devisa di Indonesia Perioda 2003-2007)
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Posisi Devisa Netto (PDN), Net Interest Margin (NIM), BOPO (Biaya Operasional/Pendapatan Operasional BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Suku Bunga SBI terhadap Return On Asset (ROA). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 20 Bank Devisa di Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta F-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan tingkat signifikansi 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel PDN dan Suku Bunga SBI tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel CAR, NIM, dan LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel NPL dan BOPO berpengaruh negatif signifkan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari ketujuh variabel tersebut terhadap ROA dalam penelitian ini sebesar 72%, sedangkan sisanya 28% dipengarui oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDEND PAYOUT RATIO
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel cash ratio, growth, firm size, Retun On Asset (ROA), Debt to Total Asset (DTA), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 392 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2007. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria: (1) perusahaan yang selalu menyajikan laporan keuangan periode 2005-2007, dan (2) perusahaan yang secara kontinu membagikan dividennya setiap periode 2005-2007. Data diperoleh dari publikasi Indonesian Capital Market Directory (ICMD 2008). Diperoleh jumlah sampel sebanyak 26 perusahaan .Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta F-statistik untuk menguji pengaruh secara bersama-sama dengan tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cash ratio, firm size, dan Return On Asset (ROA) berpengaruh signifikan positif terhadap DPR. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa growth berpengaruh signifikan negatif terhadap DPR. Variabel lain dalam penelitian ini yaitu Debt to Total Asset(DTA) dan Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR.Kami menyarankan kepada para investor di Bursa Efek Indonesia agar memberi perhatian lebih terhadap informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka. Variabel ROA dalam penelitian ini merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap DPR yang ditunjukkan dari nilai koefisien beta standardized-nya yaitu 0.352., Cash Ratio dengan nilai koefisien 0,300, Firm size dengan nilai 0,254, dan growth dengan nilai koefisien -0,251.
ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), SIZE, BOPO TERHADAP PROFITABILITAS
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit ratio (LDR), Size, BOPO, terhadap Profitabilitas pada bank domestik dan bank asing periode Januari 2003 hingga Desember 2007. Selain itu juga dilakukan Chow Test untuk mengetahui perbedaan pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Size, BOPO, terhadap profitabilitas antara bank domestik dan bank asing. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan bank persero dan bank asing yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Setelah melewati tahap purposive sample, maka sampel yang layak digunakan sebanyak 10 bank domestik dan 10 bank asing. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini juga menggunakan Chow Test untuk mengetahui beda pengaruh perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Size, BOPO terhadap profitabilitas antara bank domestik dan bank asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas pada bank domestik sedangkan pada bank asing hanya Size yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai adjusted R2 bank domestik sebesar 90,2 %, bank asing sebesar 45,1 % serta gabungan bank persero dan bank asing sebesar 39,5 %. Hasil uji F menunjukkan bahwa pada bank domestik, bank asing, serta gabungan bank domestik dan bank asing variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil Chow Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), size, BOPO terhadap profitabilitas antara bank domestik dan bank asing. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam melakukan investasi di bank domestik dan bank asing. Adanya persaingan global yang selalu berubah membuat bank domestik dan bank asing dalam berkompetisi juga mengikuti arus perubahan global untuk dapat bertahan, dengan adanya persaingan ini maka diperlukan penelitian lebih lanjut.
ANALISIS PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, ROA, DER DAN CR TERHADAP RETURN SAHAM
Kehadiran pasar modal di Indonesia ditandai dengan banyaknya investor yang mulai menanamkan sahamnya dalam industri real estate and property. Semakin pesatnya perkembangan sektor property ini diikuti dengan semakin tingginya permintaan akan kebutuhan papan, sehingga membuat para investor property membutuhkan dana dari sumber eksternal. Dana dari sumber eksternal dapat diperoleh melalui pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) terhadap Return Saham industri real estate and property yang listed di Bursa Efek Indonesia periode 2003 – 2006. Data diperoleh Statistik Ekonomi dan Keuangan yang diterbitkan Bank Indonesia, ICMD (Indonesian Capital Market Directory) dan Jakarta Stock Exchange (JSX) Monthly Statistic dengan periode waktu tahun 2003 hingga 2006. Jumlah populasi penelitian ini adalah 35 perusahaan dan jumlah sampel sebanyak 23 perusahaan dengan melewati tahap purposive sample. Teknik analisa yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel inflasi, nilai tukar dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham. Sedangkan Return On Asset (ROA) dan Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham pada industri real estate and property. Hasil penelitian ini diharapkan bahwa variabel inflasi, nilai tukar, Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) dapat dijadikan pedoman, baik oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan perusahaan, maupun oleh para investor dalam menentukan strategi investasi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT GUNA JASA ULANG (Studi Kasus pada PT ...)
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi word of moth terhadap minat guna jasa ulang. Obyek penelitian ini adalah PT. ... Semarang. Permasalahan penelitian merujuk pada fenomena bisnis PT ... di Semarang. Oleh karenanya permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut : bagaimana meningkatkan minat guna jasa ulang melalui komunikasi word of mouth. Sebuah permodelan telah dibangun dan lima hipotesis penelitian telah dirumuskan. Metode purposif telah dipilih untuk memperoleh data yang dibutuhkan pada studi ini. Penelitian ini mempergunakan 145 responden dan keseluruhan responden adalah pelanggan PT ... di Semarang. Analisis data mempergunakan Structural Equation Model dengan program komputer Amos 16. Model penelitian ini telah memenuhi kriteria Goodness of Fit yaitu chi square =(253,724); probability = (0,054); GFI = (0,871); AGFI = (0,838); CFI = (0,983); TLI = (0,980); RMSEA = (0,033); CMIN/DF = (1,159). Hasil penelitian ini menunjukkan diantaranya bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap komunikasi wom. Kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap komunikasi wom. Komitmen berpengaruh positif terhadap komitmen wom. Kekuatan hubungan berpengaruh positif terhadap komunikasi wom. Komunikasi wom berpengaruh postif terhadap minat guna jasa ulang.
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PEMBERDAYAAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan pemberdayaan terhadap komitmen organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawai. Permasalahan dalam penelitian ini dikarenakan kondisi absensi pegawai di KPP Pratama Kota Semarang pada tahun 2005 sebesar 1,08%, tahun 2006 meningkat menjadi 1,12% dan tahun 2007 meningkat lagi menjadi 1,16%, dimana tingkat absensi yang ditoleransi sebesar 0,75%. Tingginya tingkat absensi tersebut tidak relevan dengan visi KPP Pratama Kota Semarang yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan menajemen perpajakan kelas dunia, yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat, dimana hal tersebut juga dapat menjadi indikator awal yang dapat berdampak pada kinerja pegawai yang rendah. Penelitian ini dilakukan di KPP Pratama Semarang, responden yang digunakan sebanyak 168 pegawai, menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi dan pemberdayaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: manajemen KPP Pratama kota Semarang perlu meningkatkan budaya organisasi untuk meningkatkan komitmen organisasi yang tinggi dan kinerja yang baik dari pegawai. Hal tersebut dapat dilakukan melalui transparansi dalam penilaian kinerja serta memberikan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan kompetensi kerjanya dan meningkatkan teamwork dengan outbound. Selain itu manajemen KPP Pratama Kota Semarang perlu meningkatkan pemberdayaan untuk meningkatkan komitmen organisasi yang tinggi dan kinerja yang baik dari pegawai.
Langganan:
Postingan (Atom)