Sesuai dengan Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2 yang mewajibkan agar perusahaan mencantumkan laporan aus kas sebagai bagian dari laporan keuangan, maka penelitian ini berusaha untuk menguji pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga saham Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sample perusahaan – perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45 selama tahun 2002 – 2004. Tercatat dari 58 perusahaan menjadi anggota populasi, namun hanya sebanyak 19 perusahaan yang digunakan sebagai sampel karena secara konsisten telah empat kali berturut- turut masuk dalam perhitungan indeks LQ-45. Teknik analisis regresi berganda dilakukan guna menguji hipotesis yang ada. Hasil penelitian ini adalah total arus kas dan laba akuntansi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dari persamaan regresi, diperoleh hasil bahwa laba akuntansi mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan total arus kas terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan semakin tinggi laba akuntasi suatu perusahaan maka harga saham juga akan semakin meningkat, karena dengan laba akuntansi yang tinggi akan menarik respon positif dari para investor yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dan meningkatkan kekayaan pemegang saham dalam bentuk naiknya harga saham. demikian pula dengan komponen arus kas. Komponen arus kas yang terdiri atas arus kas operasi, investasi dan pedanaan juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham. Pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham berasal dari arus kas operasi, karena arus kas operasi yang menunjukkan aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan merupakan suatu indikator yang menentukan apakah perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk operasional perusahaan tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu, antara lain penelitian dari Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000), dan diharapkan dari penelitian ini para investor yang berinvestasi pada suatu perusahaan memperhatikan informasi yang berasal dari laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan tersebut.
5 Okt 2010
ANALISIS PENGARUH CAR, NPL, BOPO, NIM DAN LDR TERHADAP ROA (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2004-2007)
Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut bank untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat menarik investor. Investor sebelum menginvestasikan dananya memerlukan informasi mengenai kinerja perusahaan. Pengguna laporan keuangan bank membutuhkan informasi yang dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan dalam mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja bank serta berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Asset (ROA) perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007. Data diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dengan periode waktu tahun 2004 hingga 2007. Jumlah populasi penelitian ini adalah 29 perusahaan dan jumlah sampel sebanyak 24 perusahaan dengan melewati tahap purposive sample. Teknik analisa yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA), selain itu BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan perbankan. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan perbankan. Hasil penelitian ini diharapkan bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) dapat dijadikan pedoman, baik oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan perusahaan, maupun oleh para investor dalam menentukan strategi investasi.
MEMBANGUN STRATEGI BISNIS MELALUI FASILITAS KREDIT BANK DAN LINGKUNGAN USAHA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh fasilitas kredit bank dan lingkungan terhadap strategi bisnis dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Sampel penelitian ini adalah UMKM yang menjadi nasabah PT. BRI (persero) Tbk. Cabang Purwodadi, sejumlah 121 responden. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas kredit bank dan lingkungan berpengaruh positif terhadap strategi bisnis dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa fasilitas kredit bank berpengaruh signifikan terhadap strategi bisnis dengan nilai regressi sebesar 0,36; lingkungan berpengaruh signifikan terhadap strategi bisnis dengan nilai regressi sebesar 0,45; fasilitas kredit bank berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan nilai regressi sebesar 0,30; lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan nilai regressi sebesar 0,36; dan strategi bisnis berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan nilai regressi sebesar 0,23;
ANALISIS PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, KURS DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INDEKS LQ45
Penelitian ini menganalisa pengaruh variabel-variabel ekonomi makro terhadap kinerja saham. Dengan mengetahui variabel makro mana saja yang berpengaruh, maka hasilnya akan menjadi referensi bagi investor untuk berinvestasi pada pasar saham. Teknik analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunankan metode regresi linier berganda dengan menggunakan variabel independen Inflasi, suku bunga, kurs $ dan jumlah uang beredar terhadap variabel dependen indeks LQ45 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel inflasi saja yang tidak berpengaruh terhadap kinerja saham indeks LQ45. Suku bunga dan jumlah uang beredar berpengaruh negatif , sedangkan kurs $ berpengaruh secara positif. Pengaruh suku bunga dan jumlah uang beredar secara negatif mendukung hasil penelitian sebelumnya, namun pengaruh kurs secara positif merupakan hasil yang anomali dan tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS IKLAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SIKAP MEREK Studi Kasus Pada Iklan Ponds
Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang bersaing diantaranya adalah selalu berusaha mendapatkan cara terbaik untuk merebut dan mempertahankan pangsa pasar. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengkomunikasikan produknya dengan beriklan. Melalui iklan produsen dapat menyampaikan kelebihan atau kekurangan produk, begitu juga melalui iklan konsumen dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan produk tersebut.. Iklan cenderung dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk Oleh karena itu beriklan dituntut efektif agar memberi pengaruh positif terhadap proses pembelian konsumen. Agar Efektif iklan harus memiliki daya tarik yang tinggi, harus kreatif dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan endorser yang memiliki kredibilitas tinggi. Iklan dengan daya tarik tinggi adalah bila memenuhi 3 indikator yaitu meaningful, destinctive dan believable. Iklan kreatif adalah bila memenuhi indikator unik, smart dan mengundang rasa ingin tahu. Endorser yang kredibel adalah endorser yang memnuhi 3 indikator yaitu popular, terpercaya dan expertise, sedangkan iklan yang efektif adalah iklan yang pesannya dipahami, iklannya diingat dan mereknya dikenali. Endorser yang kredibel dan iklan yang efektif dapat memberikan efek positif pada pembentukan sikap positif konsumen pada merek yang diiklankan. Penelitian dilakukan kepada 100 responden yang memenuhi syarat dengan memberikan kuesioner untuk diisi lengkap,.dari hasil analisis SEM menunjukkan model memenuhi Goodness of fit index, sehingga dapat dikatakan model penelitian ini layak untuk digunakan. Pengujian atas hipotesis yang diajukan menunjukkan bahwa ke tujuh hipotesis telah memenuhi syarat diterima yaitu nilai CR> 2 dengan Probability <>
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKUITAS MEREK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI ULANG
Mengelola ekuitas merek menjadi bahasan penting bagi pelaku pemasaran dan akademisi. Pada perusahaan jasa, seperti HORECA, perusahaan dapat mendorong minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang melalui ekuitas merek yang tinggi. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan ekuitas merek yang nantinya akan berpengaruh terhadap minat beli ulang. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah permodelan dan empat hipotesis telah dirumuskan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 reponden yang merupakan pengunjung kedai kopi DÔME di Surabaya. Alat analisis yang digunakan adalah Stuctural Equation Modelling (SEM) pada program AMOS 7.0. Hasil analisis SEM memenuhi kriteria Goodness of Fit yaitu : chi square = 129,585; probability = 0,123; GFI = 0,887; AGFI = 0,846; CFI = 0,976; TLI = 0,971; RMSEA = 0,036; dan CMIN/DF = 1,140. Dari hasil analisis data diketahui bahwa dari empat hipotesis, hanya tiga hipotesis yang dapat diterima. Hasil analisis tersebut adalah: 1. Country of origin perception secara positif dan signifikan mempengaruhi ekuitas merek, 2. Promosi penjualan secara positif dan signifikan mempengaruhi ekuitas merek, 3. Physical environment secara positif dan signifikan mempengaruhi ekuitas merek, dan 4. Ekuitas merek secara positif dan signifikan mempengaruhi minat beli ulang.
ANALISIS STRATEGI INOVASI dan DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
Strategi inovasi adalah faktor yang paling penting dalam industri baik kecil, menengah maupun besar terutama untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan operasional perusahaan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan strategi inovasi adalah orientasi kepemimpinan perusahaan, sehingga dapat meningkatkan tingkat investasi perusahaan dalam menunjang inovasi yang implikasinya akan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antar variabel guna menjawab pertanyaan permasalahan bagaimana staregi inovasi usaha kecil menengah (UKM) di Kota Semarang yang akan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi teiritis serta implikasi manajerial mengenai langkah yang harus diambil oleh usaha kecil menengah untuk meningkatkan kinerja perusahaannya melalui orientasi kepemimpinan, strategi inovasi dan tingkat investasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM manufaktur yang ada di Kota Semarang. Dari 200 kuesioner ternyata hanya 119 UKM yang dijadikan sebagai objek penelitian, karena sebanyak 31 UKM ternyata tidak dapat ditemui pada saat pengumpulan data sebanyak 50 UKM tidak mengembalikan kuesioner yang diberikan. data dari responden tersebut kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan model penelitian yang dikembangkan dari kerangaka teoritis menggunakan analisis konfirmatori SEM. Dari hasil analisis terlihat bahwa kelima hipotesis diterima. Orientasi kepemimpinan terbukti berpengaruh positif terhadap strategi investasi, dan berpengaruh langsung pada tingkat investasi dan kinerja perusahaan. Straegi inovasi terbukti berpengaruh positif terhadap tingkat investasi dan tingkat investasi berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM TERHADAP RETURN ON EQUITY
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel Debt to Equity Ratio (DER), Profit Margin on Sales (PMS), Total Asset Turnover, Institutional Ownership and Insider Ownership terhadap Return on Equity (ROE). Data diperoleh dengan metode purposive sampling dengan kriteria (1) Perusahaan non finance yang listed di BEJ yang selalu menyajikan laporan keuangan selama periode pengamatan (2004-2006); (2) Perusahaan non finance yang listed di BEJ yang sahamnya ikut dimiliki oleh manajemen selama periode pengamatan (2004-2006) dan (3) Perusahaan yang listed di BEJ yang membagi dividend dan yang tidak membagi dividen selama periode pengamatan (2004- 2006). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta f-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersamasama dengan level of significance 5%. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa variabel DER, PMS dan TAT secara parsial signifikan berpengaruh positif terhadap ROE perusahaan yang membagikan dividend. Sedangkan untuk perusahaan yang tidak membagikan dividend, hanya DER yang berpengaruh signifikan positif terhadap ROE. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi investor untuk menanamkan dananya kedalam perusahaan non keuangan yang listed di BEJ dalam aktivitas investasinya karena kondisi ini sangat menguntungkan bagi investor.
KUALITAS LAYANAN: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA KEMAMPULABAAN
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh posisi produk, posisi persaingan, dan kondisi lingkungan strategis terhadap kualitas layanan dalam meningkatkan kinerja kemampulabaan. Penggunaan variable-variabel tersebut berdasarkan hasil penelitian terdahulu, yaitu: Parasuraman et al., (1988); Barney (1991); Craig dan Hart (1992); Mc Carthy dan Perreault, (1996); Gupta dan Wilemon, (1997); Jaworski dan Kohli (1997); Wind dan Mahajan (1997); Collis dan Montgomerry (1998); dan Jap (1999). Sampel penelitian ini adalah mitra kerja PT. (persero) Angkasa Pura I Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, sejumlah 125 responden. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi produk, posisi persaingan, dan kondisi lingkungan strategis berpengaruh terhadap kualitas layanan dalam meningkatkan kinerja kemampulabaan. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa posisi produk berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan dengan nilai estimasi sebesar 0,28; posisi persaingan berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan dengan nilai estimasi sebesar 0,29; kondisi lingkungan strategis berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan dengan nilai estimasi sebesar 0,24; dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kinerja kemampulabaan dengan nilai estimasi sebesar 0,34
Langganan:
Postingan (Atom)